Indonesia Rangking 4 Negara Terindah di Dunia

Indonesia semakin tersohor sebagai negara yang indah. Berdasarkan survei pengguna Twitter dan Pinterest, negeri tercinta ini menempati posisi ke-4 negara terindah di dunia.




Survei ini dilakukan oleh First Choice, sebuah situs perusahaan travel asal Britania Raya. Dalam situs resmi surveinya, First Choice meminta para traveler untuk berpartisipasi dalam dua jejaring sosial yakni Twitter dan Pinterest. Partisipan harus mencantumkan foto pada dahsboard (pin) di Pinterest. Sementara di Twitter, mereka mendeskripsikan negara destinasi wisata.

Hasilnya, Latvia yang berada di Eropa bagian Provinsi Baltik menempati posisi pertama dengan 36 persen suara. Dilanjutkan oleh Meksiko, Turki, lalu Indonesia (169 total suara).

Britania Raya sendiri menempati posisi kelima. Selanjutnya, ada lebih dari 100 negara lain hingga posisi terakhir ditempati oleh Sudan. Survei ini baru saja berakhir pada 1 Mei 2012 lalu.

Bayangkan saja, Indonesia berada di posisi lebih tinggi daripada negara-negara yang terkenal indah seperti Italia, Selandia Baru, Kanada, Kroasia, bahkan Swiss dan Prancis! Survei ini berhasil membuktikan pada dunia bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat kaya, serta jadi destinasi favorit para turis dari berbagai negara. Berikut posisi 20 besar negara terindah di dunia versi situs First Choice:

1. Latvia
2. Meksiko
3. Turki
4. Indonesia
5. Britania Raya
6. Italia
7. Selandia Baru
8. Brazil
9. India
10. Kanada
11. Irlandia
12. Amerika Serikat
13. Kroasia
14. Swiss
15. Australia
16. Kolombia
17. Yunani
18. Peru
19. Portugal
20. Prancis

Untuk melihat hasil survei, bisa klik di alamat bawah ini:
firstchoice.co.uk


Bocah 10 Tahun Pembebas 3000 Budak Anak

Untuk menjadi pejuang dan pahlawan memang tak mengenal usia. Pengalaman seorang anak kecil dari Pakistan ini merupakan inspirasi nan mengharukan bagi setiap orang.

Namanya Iqbal Masih (1982 - 16 April 1995), dilahirkan di Muridke, desa terpencil di luar wilayah Lahore. Sejak kecil sudah ditinggal ayahnya, sementara sang ibu, Inayat, bekerja sebagai pembantu rumah tangga.





Kesulitan ekonomi memaksa ibunya terbelit hutang sebesar 600 Rupe (setara Rp. 102.000,-.) dan harus mengirim Iqbal -- saat itu baru berusia 4 tahun!-- menjadi budak di tempat sang lintah darat, Hussain Khan.

Penderitaan Iqbal berawal di sini. Dia dipekerjakan di pabrik karpet dan hanya diberi sedikit makanan tiap hari. Di pabrik karpet ini, Iqbal dan anak-anak lainnya selalu dimarahi oleh Nyonya pemilik pabrik, bahkan sering mengancam sehingga tiap hari selalu jadi 'mimpi buruk' bagi Iqbal dan kawan-kawannya. Padahal setiap hari mereka bekerja selama 12 jam penuh.

Iqbal pernah mencoba melarikan diri dari perbudakan  dan terpaksa tinggal di sebuah makam selama 3 hari. Makam ini merupakan sumur tua, terkubur di bawah halaman, ditutup oleh kisi di kaki tangga, lembab dan licin. Tak ada cahaya di bawahnya.

Namun upaya pertama ini gagal, Hussain Khan berhasil menemukan Iqbal. Ia dan beberapa teman yang ikut dalam usaha pelarian kemudian dirantai ke alat tenun sehingga tidak bisa kabur lagi.


Pada usia 10 tahun, Iqbal berhasil melarikan diri dari perbudakan ini. Iqbal pun segera mencari pertolongan dan akhirnya bergabung dengan Front Pembebasan Buruh Pakistan (BLFF)

Melalui gerakan inilah Iqbal akhirnya dapat membebaskan sebanyak lebih dari 3.000 anak yang bernasib sama dengan dirinya. Ia bahkan dengan berani berpidato tentang budak anak yang terjadi di seluruh dunia. Cerita Iqbal kemudian menjadi sebuah buku.

Sebagai seseorang yang bergabung dengan BLLF, ia berbicara dengan anak-anak tentang hak mereka berdasarkan undang-undang yang melarang tenaga kerja berikat. Sebagai juru bicara internasional untuk BLLF, ia pergi ke Amerika Serikat dan Eropa menyerukan untuk mengakhiri perbudakan pada anak.

Ironisnya, pada hari Minggu 16 April 1995, tepat diusianya yang ke-12, Iqbal ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tembakan dari bagian belakang dengan senjata laras panjang ukuran dua belas ketika sedang bersepeda dengan temannya.

Kuat dugaan, ia dibunuh oleh ‘mafia karpet’ yang menjadi musuhnya selama ini. Karena, berkat perjuangannya, seruan untuk memboikot produk karpet Pakistan di dunia sangat berpengaruh.


Bahkan pada tahun 1992, ekspor karpet keluar Pakistan anjlok untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Begitupun pada tahun-tahun sesudahnya.

Sebagai penghargaan atas kepahlawanan Iqbal, pada Januari 2009, Kongres Amerika Serikat membuat Iqbal Masih Award, sebuah penghargaan tiap tahun bagi pejuang perbudakan anak.

Iqbal juga dianugerahi Penghargaan Hak Asasi Manusia Reebok pada tahun 1994.



WE ARE THE CHAMPIONS

TODAYS : 13 MEI 2012

Read and Do It !!!

“Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja. Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.

Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.”

Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri. Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri. Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya."

everytime i buy poison, -__-

The Raid Peringkat 11 Box Office Amerika



Hasil positif terus ditunjukkan film produksi Indonesia, The Raid dalam peredaran Internasionalnya. 

Jika dalam periode penjualan 30 Maret hingga 1 April 2012 The Raid berada di posisi 20 tangga box office, untuk penjualan periode enam hingga delapan April 2012, The Raid berhasil naik ke peringkat 11 Box Office Amerika. 

Sementara untuk peringkat pertama masih ditempati The Hunger Games dengan perolehan 33,5 juta dolar AS. 
Menempati peringkat pertama sejak tiga minggu lalu, The Hunger Games dalam penjualan domestiknya telah berhasil mengumpulkan pendapatan total sebesar 302,8 juta dolar AS. 

Di posisi kedua ditempati seri terbaru film American Pie, American Reunion. Film ini mendapat pendapatan sebesar 21,5 juta dolar AS. Hasil ini adalah yang terkecil dalam penjualan perdana sepanjang sejarah penjualan film American Pie.

"Tapi kami tetap bangga dengan pendapatan American Reunion ini," ujar Nikki Rocco selaku President of Domestic Distribution Universal. 

Sedangkan Titanic yang dirilis ulang dalam format 3 Dimensi berhasil menempati posisi tiga dengan pendapatan sebesar 17,3 juta dolar AS. 

Berikut daftar peringkat Box Office periode penjualan enam hingga delapan April 2012

   1. "The Hunger Games" - 33.5 juta dolar AS
   2. "American Reunion" - 21.5 juta dolar AS
   3. "Titanic" 3D - 17.3 juta dolar AS
   4. "Wrath of the Titans" - 15 juta dolar AS
   5. "Mirror Mirror" - 11 juta dolar AS
   6. "21 Jump Street" - 10.2 juta dolar AS
   7. "The Lorax" - 5 juta dolar AS
   8. "Salmon Fishing in the Yemen" – 975 ribu dolar AS
   9. "John Carter" – 820 ribu dolar AS
  10. "Safe House" – 581 ribu dolar AS
  11. The Raid: Redemption – 565 ribu dolar AS


60 Menit Padamkan Lampu

  

   Pontianak – Kota Pontianak terdaftar sebagai salah satu kota di dunia yang mengikuti kegiatan Earth Hour. Sebuah kampanye hemat energy dan pengurangan gas buang. Kegiatannya dengan mematikan lampu yang digelar pada sabtu, 31 Maret, Pukul 20.30 – 21.30
 Wakil Walikota Pontianak, mendukung kegiatan ini. Karenanya dia mengajak seluruh masyarakat berpatisipasi bersuka rela memadamkan lampu listrik yang tidak diperlukan di rumah selama satu jam.
Dengan demikian masyarakat kota Pontianak berperan melakuakn penghematan energy dan pengurangan gas dunia.
   Banyak lampu yang tidak diperlukan namun tetap menyala di rumah. Hanya saja masyarakat terkadang tidak perduli karena energy yang terbuang tidak terlihat langsung di depan mata. Dalam kegiatan ini wakil walikota Pontianak mengajak setiap rumah memadamkan minimal dua buah lampu. Bila perlu peralatan elektronik tidak dinyalakan selama satu jam.
   Minimal dua lampu dalam satu rumah. Jika sebagian besar yang melaksanakannya maka lebi banyak energy yang dapat kita hemat.
   Tidak hanya masyarakat, Walikota Pontianak juga memulainya dari dalam, mulai dari SKPD dan instansi di Pemkot Pontianak berpatisipasi dalam kegiatan ini. Namun tidak semua listrik dipadamkan, jika dilakukan khawatir dengan keamanan.
   Kagiatan ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk bumi kita tercinta ini, Bumi kita sekarat dengan pemanasan global. Bagaimana nasib anak cucu kita nanti. Salah satu aksi nyata masyarakat untuk berpatisipasi langsung dalam kegiatan ini adalah menghemat peakaian BBM.
    Earth Hour adalah kampanye global yang mengajak semua penduduk bumi untuk peduli dengan upaya penurunan emisi karbondioksidayang memicu pemanasan global dan perubahan iklim.
Salah satu nyata bentuk dari makin meningkatnya pemanasan global adalah cuaca kita yang sekarang ini yang semakin panas saja. Ayo warga Pontianak agar sadar akan hal ini. Save earth.